7 Nov 2009

Teknik Dasar Elektronika

Teknik Dasar Elektronika

 Yang di bahas di sini adalah dasar elektronika pada radio, mungkin buat teknisi TV atau lain-lain jenis elektronika. Pelajarilah...


1. Komponen elektronik radio
2. Setiap Komponen Elektronika Radio memiliki ukuran kekuatan Nilai ukuran kekuatan tersebut, ditulis pada fisik komponen tersebut dalam bentuk kode angka atau kode warna , hal ini dimaksud untuk memudahkan mengenali dan membaca kekuatan komponen tersebut walaupun bentuk fisiknya sangat kecil
3. NILAI KODE WARNA 0 =
    H i tam 5 = H i jau 5 % = Emas 1 = C o klat 6 = B iru 10 % = Perak 2 = M erah 7 = U ngu 25 % = Tak 
    berwarna 3 = O range 8 = A bu-abu 4 = K uning 9 = P utih NILAI KODE ANGKA ( M ) = Mega 
    1.000.000 ( K ) = Kilo 1.000 ( m ) = milli 0,001 ( u ) = micro 0,000.001 ( n )
    = nano 0,000.000.001 ( p ) = piko 0,000.000.000.001
4. Merah – Hijau - Kuning MEMBACA KODE WARNA Warna ke 1 = Nilai angka Warna ke 2 = Nilai 
   angka Warna ke 3 = banyaknya angka 0 MEMBACA KODE ANGKA Angka ke 1 = Nilai angka  
   Angka  ke 2 = Nilai angka Angka ke 3 = banyaknya angka 0 2 5 0000 250.000 2 5 4 2 5 0000 250.000
5. RESISTOR / TAHANAN = R SIMBOL = SATUAN = KODE NILAI = OHM Ω 4 CINCIN 
   WARNA Cincin 1 = Nilai Angka Cincin 2 = Nilai Angka Cincin 3 = Banyaknya Nol Cincin 4 = Toleransi 
   Fungsi sebagai penghambat arus listrik
6. MACAM RESISTOR RESISTOR TETAP RESISTOR TIDAK TETAP RESISTOR PEKA SUHU
7. RANGKAIAN RESISTOR SERIE R total = R1 + R2 + R3 PARAREL 1 1 1 1 R total R1 R2 R3 --------- = ----- + ----- + ---- R1 R2 R3 5 Ω 10 Ω 15 Ω R total = 5 + 10 + 15 R total = 30 Ω R total = ---- = 2,7 Ω 1 6 3 2 11 R total 30 30 30 30 1 1 1 1 R total 5 10 15 ---------- = ---- + ---- + ----- = ----- ---------- = ---- + ---- + ----- 30 11 Untuk mendapatkan nilai yang lebih BESAR Untuk mendapatkan nilai yang lebih KECIL

8. = C SIMBOL = SATUAN = Farad ( F ) KODE NILAI = A ) Ditulis secara langsung 10 uF / 16 V B)  
    Ditulis dengan kode angka Angka ke 1 = Nilai Angka ke 2 = Nilai Angka ke 3 = Banyaknya 0 472 =
   4700 pF CONDENSATOR / CAPASITOR Codensator dapat menyimpan muatan listrik, dapat 
    meneruskan AC akan tetapi menahan DC
9. MACAM KONDENSATOR CONDENSATOR TETAP CONDENSATOR TIDAK TETAP
    10. RANGKAIAN CONDENSATOR PARAREL C total = C1 + C2 + C3 SERIE C1 C2 C3 C total  
    = 5 + 10 + 15 C total = 30 uF C1 C2 C3 5uF 10uF 15uF ---------- = ---- + ---- + ----- 1 1 1 1 C  
    total  C1 C2 C3 --------- = ----- + ----- + ---- 1 1 1 1 C total 5 10 15 1 6 3 2 11 C total 30 30 30 30 
    ---------- = ---- + ---- + ----- = ----- C total = ---- = 2,7 uF 30 11 Untuk mendapatkan nilai yang 
   lebih KECIL Untuk mendapatkan nilai yang lebih BESAR
11. SEMICONDUCTOR DIODA / PENYEARAH Komponen ini hanya dapat dilalui arus dari satu arah 
      saja yaitu dari Anoda menuju Katoda Berfungsi untuk merubah Arus AC menjadi Arus DC
12. LIGHT EMITING DIODE DIODA VARACTOR DIODA BRIDGE JENIS SEMIKONDUKTOR
13. TRANSITOR B = Basis C = Colector E = Emitter PNP = Positif Negatif Positif NPN = Negatif Positif 
      Negatif - - - + + +
14. TUBE / TABUNG A = Anoda K = Katoda G = Grid / Kisi F = Filament C = Colector E = Emitter B
      = Basis
15. KUMPARAN / COIL / INDUKTOR Coil adalah suatu gulungan kawat di atas suatu inti. Coil juga 
     disebut inductor, nilai induktansinya dinyatakan dalam besaran Henry (H). DAPAT DIGUNAKAN 
     Sebagai kumparan redam Sebagai pengatur frekuensi Sebagai filter Sebagai alat kopel
16. TRANSFORMATOR / TRAVO Transformator adalah dua buah kumparan yang dililitkan ada satu inti, 
      Kumparan pertama disebut primer ialah kumparan yang menerima input, kumparan kedua disebut 
      sekunder ialah kumparan yang menghasilkan output. Berfungsi sebagai alat untuk merubah TEGANGAN
17. E 1 = Arus Masuk E 2 = Arus Keluar L 1 = Kumparan PRIMER L 2 = Kumparan SKUNDER L2 E2
      = -------- x E1 L1 RUMUS UNTUK MEMPERKECIL TEGANGAN Jumlah lilitan pada L2 harus 
     lebih banyak 10 . E2 = ------- x 220 Volt E2 = 22 V 100 UNTUK MEMBESAR TEGANGAN 
     Jumlah lilitan pada L2 harus lebih Sedikit 1000 . E2 = ------- x 220 Volt E2 = 2200 V 100
18. 220 Volt L1 = 1000 gulungan L2 = 60 gulungan ? 60 . E2 = ------- x 220 Volt 1000 13,2 V
19. MICROPHONE Berfungsi merubah Getaran Suara menjadi Energi Listrik LOUDSPEKER Berfungsi merubah Energi Listrik menjadi Getaran Suara ANTENA / ARIAL Berfungsi merubah Energi Listrik menjadi Gelombang Electromaknetis
20. RESISTOR POTENSIO TRIMPOT KUMPARAN TRAVO KONDENSATOR ELCO VARCO 
     CRISTAL SUMBER ARUS DIODA ZENER LED TUBE I.C TRANSISTOR PNP TRANSISTOR 
     NPN ANTENA GROUND LAMP MICROPHONE SPEKER ALUR TERSAMBUNG TIDAK 
     SAMBUNG SAKLAR / SWITCH SIMBOL KOMPONEN LISTRIK MOSFET
21. DIAGRAM
22. DIAGRAM OSCILATOR
23. BLOK DIAGRAM PENERIMA / RECEIVER BLOK DIAGRAM PEMANCAR / TRANSMITER
24. AVOMETER / MULTY TESTER MENGUKURAN TEGANGAN DC MENGUKURAN 
      REAKTANSI MENGUKURAN ARUS DC
25. SATUAN LISTRIK E = TEGANGAN Volt V I = ARUS Ampere A P / W = POWER Watt W C = 
     KAPASITOR Farad F R = TAHANAN Ohm Ω L = INDUKTANSI Hendry H t = TIME Second s f
      =  FREQUENCY Hertz Hz λ = Panj. GELOMBANG Meter m NILAI SATUAN LISTRIK ( M )
      = Mega 1.000.000 ( K ) = Kilo 1.000 1 ( m ) = milli 0,001 ( u ) = micro 0,000.001 ( n )
      = nano 0,000.000.001 ( p ) = piko 0,000.000.000.001
26. HUKUM OHM ARUS = I = TEGANGAN E TAHANAN R E = I x R R = E I I = ? Amp E
      = 60 Volt R = 30 Ohm 30 60 E = 2 x 30 = 60 I = = 2 60 30 R = = 30 60 2
27. TAHANAN LUAR & TAHANAN DALAM Setiap sumber Arus akan memiliki tahanan 
     didalamnya yang disebut TAHANAN DALAM ( Ri ) Sedangkan semua tahanan lain yang dirangkaikan 
     disebut TAHANAN LUAR ( Ru ) E I = ------------ Ri + Ru 5 Ω 17 Ω 3 Ω E = 13 V Ri 1 Ω 13 13 I
      = ------------------- = ----- 1+ ( 5 + 17 + 3 ) 26 I = 0,5 A
28. RANGKAIAN SUMBER ARUS MERANGKAIKAN SUMBER ARUS DIMAKSUD UNTUK 
     MENDAPATKAN ARUS YANG LEBIH BESAR ATAU LEBIH KECIL SERIE - Untuk 
     mendapatkan TEGANGAN lebih Besar namun ARUS Tetap Et = E1 + E2 + E3 Tegangan = Et = 1,5 + 
     1,5 + 1,5 = 4,5 Volt Tahanan = Ri = 0,1 + 0,1 + 0,1 = 0,3 Ohm R1 = ------- = 9 Ohm Arus = I
     = ------------ = 0,4838 Amp 4,5 0,5 4,5 9 + 0,5 Tegangan = E = 1,5 Volt Tahanan = R1 = -------
     = 3 Ohm Arus = I = ------------ = 0,4838 Amp 1,5 0,5 1,5 3 + 0,1 4,5 / 0,5 A 4,5 / 0,5 A 3 bh
     Batrei Serie a) 1,5 V Ri = 0,1 1 bh Batrei 1,5 V
29. RANGKAIAN SUMBER ARUS MERANGKAIKAN SUMBER ARUS DIMAKSUD UNTUK 
      MENDAPATKAN ARUS YANG LEBIH BESAR ATAU LEBIH KECIL Tegangan = Et = 1,5 = 1,5 
      = 1,5 = 1,5 Volt 1 Tahanan = Ri = 1/ 0,1 + 1/0,1 + 1/0,1 = 0,0333 Ohm R1 = ------- = 3 Ohm Arus = I     = ------------ = 0,498 Amp 1,5 0,5 1,5 3 + 0,0333 Tegangan = E = 1,5 Volt Tahanan = R1 = -------
      = 3 Ohm Arus = I = ------------ = 0,4838 Amp 1,5 0,5 1,5 3 + 0,1 4,5 / 0,5 A 4,5 / 0,5 A 3 bh
      Batrei  Pararel a) 1,5 V Ri = 0,1 1 bh Batrei 1,5 V PARAREL - Untuk mendapatkan ARUS lebih Besar  namun TEGANGAN Tetap Et = E1 = E2 = E3

No comments :